![]() |
| Bukan Sekadar Olahraga, Pembukaan Porprov Banten di Tangsel Bakal Disulap Jadi Festival Rakyat |
Likaliku – Pemerintah Kota Tangerang Selatan(Tangsel) menyiapkan konsep berbeda untuk pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten.
Tidak hanya menjadi seremoni olahraga, opening ceremony Porprov Banten akan dikemas sebagai festival rakyat yang melibatkan pelaku UMKM, komunitas, seniman, hingga masyarakat umum.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan mengatakan, persiapan pembukaan, penutupan, hingga pawai obor terus dimatangkan.
Pilar menyebut, setiap bidang secara rutin menggelar rapat konsolidasi untuk memastikan seluruh kebutuhan teknis penyelenggaraan berjalan sesuai rencana.
Dalam waktu dekat, lanjut Pilar, seluruh bidang akan memaparkan hasil evaluasi dan kesiapan kepada Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) KONI Provinsi Banten.
"Itu terkait opening, closing, sama pawai obor. Persiapan teknis gitu. Jadi, kita kemarin mendiskusikan terkait teknis, nanti dalam dua hari ini teman-teman sedang melakukan review, evaluasi hasil dari pertemuan kemarin dan besok insyaallah kita akan pemaparan semua bidang kepada Panwasrah KONI Provinsi Banten, seperti itu," ujar Pilar, Rabu 4 November 2026.
Untuk lokasi kegiatan, Pilar mengungkapkan, kawasan Sunburst BSD sebagai tempat pembukaan Porprov Banten. Sementara itu, acara penutupan akan berlangsung di Alun-Alun Pondok Aren.
Pilar menjelaskan, jumlah peserta yang menghadiri acara penutupan biasanya lebih sedikit dibandingkan pembukaan. Sebab, tamu yang hadir umumnya merupakan atlet peraih juara pertama, kedua, dan ketiga serta perwakilan kontingen.
"Ya karena yang hadir biasa tiap event Porprov lebih sedikit kalau closing. Biasanya yang juara 1, 2, 3 yang hadir. Gitu, dan tidak semua kontingen kan," jelasnya.
Khusus pembukaan, Pemkot Tangsel menyiapkan berbagai pertunjukan dan kegiatan yang melibatkan potensi lokal. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas ekonomi kreatif, hingga kelompok hobi akan mendapat ruang untuk berpartisipasi dalam festival tersebut.
Selain itu, panitia juga menyiapkan tarian kolosal yang melibatkan seniman dan anak-anak di Tangerang Selatan. Kelompok paduan suara Suara Nusantara turut dilibatkan untuk memeriahkan acara.
"Ya, opening itu nanti kita mengajak para pelaku UMKM, kita sudah mendata para pelaku UMKM, lalu juga para pelaku ekonomi kreatif, para apa namanya pelaku hobi juga ya, komunitas-komunitas, mereka diajak gabung," ungkapnya.
"Dan juga nanti ada tarian kolosal dari kesenian anak-anak seniman kita untuk mereka dikasih ruang, lalu juga dari paduan suara juga, Suara Nusantara kita ajak," sambungnya.
Tidak hanya pertunjukan seni, pembukaan Porprov Banten juga akan menghadirkan atraksi terjun payung. Pilar menyebut atraksi tersebut menjadi salah satu daya tarik sekaligus pembeda dalam seremoni pembukaan di Tangerang Selatan.
Menurutnya, pembukaan Porprov Banten dirancang sebagai tontonan bagi seluruh masyarakat, bukan hanya atlet maupun insan olahraga. Karena itu, Pemkot Tangsel mengundang masyarakat untuk ikut merayakan momentum olahraga tingkat Provinsi Banten tersebut.
"Lalu juga terkait adanya apa namanya terjun payung ya, itu juga yang memberikan perbedaan. Ya ini kan tontonan untuk masyarakat umum ya, bukan hanya untuk para insan olahraga atau para atlet, tapi kita mengundang seluruh masyarakat untuk bisa merayakan opening ceremony dari Porprov Banten ini," terangnya.
Pilar memastikan masyarakat dapat menyaksikan pembukaan Porprov Banten secara gratis. Ia juga memperkirakan jumlah atlet dan ofisial yang hadir mencapai 9.000 hingga 10.000 orang.
"Karena Porprov Banten ini kan event kita bersama, ayo kita sukseskan, kita dukung bersama-sama, seperti itu," ajaknya.
Terkait jadwal, Pilar menerangkan, pembukaan Porprov Banten akan berlangsung pada pagi hari. Penentuan waktu tersebut mempertimbangkan keamanan atraksi terjun payung yang membutuhkan kondisi angin relatif stabil.
Pilar menjelaskan, kegiatan penerjunan diupayakan berlangsung sebelum pukul 10.00 WIB. Pertimbangan tersebut telah dibahas bersama Ketua KONI Provinsi Banten yang juga memiliki pengalaman dalam kegiatan terjun payung.
"Opening ceremony pagi. Karena kan melihat ada terjun payung juga ya, itu kan kalau bisa di bawah jam 10 kegiatan terjun payungnya," jelasnya.
"Jadi anginnya relatif lebih, kecepatan anginnya lebih amanlah gitu untuk kegiatan penerjunan," tambahnya.
Pilar menegaskan, pembukaan Porprov Banten tidak mengusung tema khusus, melainkan mengedepankan konsep festival yang memadukan olahraga, seni, hiburan, serta pemberdayaan komunitas dan pelaku usaha lokal.
"Enggak sih, kita benar-benar apa namanya kegiatan opening ceremony festival aja gitu. Jadi Porprov Banten Festival lah kita bikin seperti itu," tuturnya.
Di sisi lain, Pilar juga mengajak para guru, staf, dan kepala sekolah untuk mendorong siswa-siswi di Tangsel menyaksikan pertandingan Porprov Banten. Ia berharap para pelajar memberikan dukungan kepada kontingen Tangsel yang akan berlaga dalam 60 cabang olahraga.
"Ya, saya mengajak para guru, staf, semua sekolah, para kepala sekolah untuk mengajak anak-anak siswa-siswi, para pelajar se-Tangs untuk mereka bisa mengikuti Porprov Banten ya, memberikan support terbaik untuk para kontingen cabang olahraga kita," Tuturnya.
Menurutnya, dukungan pelajar dapat menambah semangat para atlet untuk bertanding secara sportif sekaligus membawa nama baik Kota Tangsel.
"Ada 60 cabang olahraga yang dipertandingkan se-Tangerang Selatan, ayo kita kasih dukungan supaya mereka bisa bertanding, bisa berkompetisi secara sportif dan juga semangat untuk kejayaan Kota Tangerang Selatan sendiri," lanjutnya.
Lebih dari itu, Pilar berharap, Porprov Banten dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai cabang olahraga kepada generasi muda. Dengan menyaksikan langsung pertandingan, para pelajar diharapkan tertarik menekuni olahraga dan berpeluang menjadi atlet pada masa mendatang.
"Dan tentu juga dengan mengajak anak-anak bisa membangkitkan semangat anak-anak ini untuk mereka juga bisa menjadi, ya mungkin ada atlet ya di masa depan atau yang minimal mereka mau gabung ke dalam salah satu cabor untuk ikut olahraga," tuturnya.
Ia menilai, pembudayaan olahraga sejak usia sekolah penting untuk membentuk generasi muda yang sehat dan memiliki semangat kuat. Karena itu, penyelenggaraan Porprov Banten diharapkan tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga.
"Ini kan penting ya, membudayakan olahraga kepada anak-anak sekolah ini penting sekali supaya mereka memiliki apa namanya Jiwa yang kuat tapi raga yang sehat juga, seperti itu," pungkasnya.
Sumber : JDY
