![]() |
| Tinjau Ruko Pasca Ledakan Pasar Cimanggis, Pilar Saga Temukan Kerusakan 8 Gedung |
Likaliku – Ledakan di kawasan Pasar Cimanggis, Tangerang Selatan (Tangsel), menyebabkan kerusakan pada sedikitnya delapan gedung dan memicu kekhawatiran akan risiko bangunan runtuh.
Meninjau lokasi kejadian, Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan menilai, sejumlah ruko kemungkinan harus dibongkar karena mengalami kerusakan struktur yang membahayakan keselamatan.
Pilar menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel melalui Dinas Cipta Karya akan memeriksa kondisi bangunan untuk menentukan tingkat kerusakan dan langkah penanganan.
“Jadi kemungkinan besar gedung-gedung ini akan kita segera lakukan demolish atau penghancuran,” kata Pilar saat meninjau kondisi bangunan terdampak ledakan bersama DPRD dan dinas terkait, Senin 19 Oktober 2026.
Berdasarkan pengamatan awal, Pilar menemukan, kerusakan berupa buckling atau tekuk serta cracking atau retakan pada kolom, balok induk, dan pelat lantai.
Pilar menjelaskan, kerusakan tersebut berpotensi memicu kegagalan struktur jika bangunan dibiarkan atau kembali digunakan.
Selain meninjau dampak ledakan, Pilar menyoroti, dugaan penyimpanan delapan tabung gas etilen berkapasitas 52 kilogram tanpa izin di ruko yang digunakan sebagai gudang buah.
“Tidak boleh, tidak ada izin, ilegal. Jadi itu bersembunyi-sembunyi, tidak ada laporan terhadap pemerintah daerah, seperti itu,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pilar menerangkan, Pemkot Tangsel akan memeriksa bangunan lain di kawasan Pasar Cimanggis untuk memastikan tidak ada aktivitas penyimpanan gas berisiko tinggi tanpa izin. Jika menemukan pelanggaran serupa, pemerintah akan menutup tempat usaha tersebut.
Kemudian, lanjut Pilar, akan berkoordinasi dengan perusahaan pemilik ruko untuk membahas pembongkaran bangunan rusak dan mencari lokasi alternatif bagi pedagang terdampak.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Tangsel, Maria Teresa Suhardja, mengatakan pihaknya akan menyurati PT Tri Utama untuk meminta pertanggungjawaban perusahaan dan pengelola pasar atas dampak ledakan.
“Setelah ini, PT Tri Utama ini akan kami surati, sehingga mereka ada bentuk pertanggungjawaban dari mereka dan juga pengelola tokonya juga,” kata Maria.
Maria menambahkan, DPRD mendukung langkah pemerintah daerah dan kepolisian dalam menangani korban serta pedagang terdampak.
Ia juga mendorong, pengetatan perizinan usaha untuk mencegah kejadian serupa.
Sumber : Jdy
