![]() |
| BPBD Siagakan Armada Tangki, Warga Diminta Hemat Air dan Waspada Kebakaran Lahan |
Likaliku - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang bergerak cepat merespons dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah. Hingga Selasa (30/9/2026), total sebanyak 84.750 liter air bersih telah disalurkan untuk warga yang mengalami krisis air.
Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan penyaluran air bersih ini merupakan langkah cepat Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah cuaca ekstrem yang kering.
"Distribusi air bersih tersebut menjadi bagian dari langkah cepat Pemkot Tangerang dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi cuaca kering yang berpotensi menyebabkan keterbatasan akses air bersih," ungkap Mahdiar, Rabu (30/9/26).
Ia menjelaskan, pendistribusian air dilakukan berdasarkan laporan warga dan hasil pemantauan petugas di lapangan. BPBD mengerahkan armada mobil tangki air untuk menjangkau langsung permukiman-permukiman yang paling membutuhkan.
Tidak hanya menyalurkan air, BPBD juga terus melakukan pemantauan intensif terhadap wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami dampak kekeringan lebih parah.
"Masyarakat diimbau untuk menggunakan air secara bijak serta segera melaporkan apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih," katanya.
Waspada Bencana Susulan
Mahdiar menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan Pemkot Tangerang dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.
Menurutnya, cuaca kering berkepanjangan tidak hanya memicu krisis air bersih, tetapi juga meningkatkan risiko bencana lain seperti kebakaran lahan kosong, tumpukan sampah, hingga area dengan vegetasi kering yang mudah terbakar.
"BPBD terus melakukan pemantauan dan pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami mengimbau warga yang mengalami kesulitan air bersih untuk segera berkoordinasi dengan pihak terkait agar dapat ditindaklanjuti," ujarnya.
Pemkot Tangerang mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menghadapi musim kering dengan lebih bijak dalam menggunakan air, menjaga kebersihan lingkungan, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
"Masyarakat juga dapat menyampaikan laporan kondisi darurat melalui kanal layanan kebencanaan yang tersedia," tutup Mahdiar.
Sumber : Siaran Pers
Editor/Penerbit : Sans
