![]() |
| Pijar Bunda PAUD Sinergi Batuceper Kawal Tumbuh Kembang Anak Menuju Indonesia Emas 2045 |
Likaliku – Kecamatan Batuceper mengaktifkan Program Pijar Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai upaya mengawal tumbuh kembang anak pada masa emas.
Kegiatan sosialisasi tersebut dipimpin Kepala Seksi Kemasyarakatan Kecamatan Batuceper, Sofiyan, dan dihadiri para lurah serta penggerak Kelompok Kerja (Pokja) II dari tujuh kelurahan, yakni Batujaya, Batusari, Kebon Besar, Poris Gaga, Poris Gaga Baru, dan Poris Jaya.
Sofiyan mengatakan, aktivasi Pijar Bunda PAUD merupakan komitmen bersama dalam memberikan perlindungan dan pengasuhan anak usia dini secara menyeluruh di tingkat komunitas.
"Investasi terbaik bangsa bukan dari megahnya infrastruktur fisik, melainkan dari bagaimana kita memperlakukan anak-anak pada usia emasnya. Periode usia dini adalah jendela peluang yang tidak terulang dalam pembentukan karakter, kognitif, dan kesehatan fisik anak," ujarnya.
Program Pijar Bunda PAUD merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif (PAUD HI). Regulasi tersebut mengamanatkan pengasuhan anak tidak boleh berjalan secara sektoral. Pendidikan, gizi, pemantauan kesehatan, hingga pengasuhan tanpa kekerasan harus terangkai dalam satu ekosistem.
Dalam program ini, Bunda PAUD bersama kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Pokja II menjadi motor penggerak yang menjembatani kebijakan pemerintah dengan kondisi riil keluarga di lingkungan rukun warga (RW).
Sejumlah tantangan pengasuhan saat ini membutuhkan intervensi cepat dan terukur, mulai dari tingginya penggunaan gawai pada balita, risiko malnutrisi dan tengkes (stunting), hingga kecemasan transisi ke sekolah dasar. Melalui Pijar Bunda PAUD, kader kelurahan dapat melakukan deteksi dini sekaligus pendampingan langsung kepada orang tua untuk memastikan lingkungan tumbuh kembang anak tetap aman dan suportif.
Langkah yang dimulai dari Kecamatan Batuceper ini menunjukkan bahwa birokrasi kewilayahan mampu menjadi benteng pengasuhan masyarakat. Mengawal tumbuh kembang anak sejak dini bukan hanya urusan guru di kelas atau orang tua di rumah, melainkan gerakan bersama lintas lingkungan untuk mewujudkan Generasi Emas 2045.
Sumber : Kompasiana
