Pemkot Tangsel Kebut Pembangunan SMP Negeri Baru, Warga Serua Ciputat Berharap Sekolah Negeri Segera Terwujud

Pemkot Tangsel Kebut Pembangunan SMP Negeri Baru, Warga Serua Ciputat Berharap Sekolah Negeri Segera Terwujud
Pemkot Tangsel Kebut Pembangunan SMP Negeri Baru, Warga Serua Ciputat Berharap Sekolah Negeri Segera Terwujud

Likaliku — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus mempercepat perencanaan pembangunan sekolah menengah pertama (SMP) negeri baru sebagai langkah nyata memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan daya tampung bagi masyarakat.


Pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, Pemkot Tangsel menyediakan sebanyak 9.976 kuota SMP negeri. Namun, kebutuhan masyarakat terhadap sekolah negeri masih menjadi tantangan, terutama di sejumlah wilayah yang belum memiliki SMP negeri dengan lokasi yang mudah dijangkau.


Kondisi tersebut salah satunya dirasakan masyarakat Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat. Wilayah ini dinilai masih membutuhkan keberadaan gedung SMP negeri yang lebih dekat dengan permukiman warga.


Bagi orang tua di Serua, keterbatasan sekolah negeri terdekat membuat mereka harus mencari sekolah di wilayah lain. Persoalan jarak dan keterbatasan daya tampung menjadi tantangan tersendiri ketika memasuki tahun ajaran baru.


SMPN di Serua Diharapkan Mudahkan Akses Pendidikan


Rencana pembangunan SMP negeri di Serua Ciputat diharapkan dapat menjadi solusi konkret bagi masyarakat. Kehadiran sekolah negeri yang berada lebih dekat dengan tempat tinggal warga akan memberikan peluang lebih besar bagi anak-anak untuk mendapatkan akses pendidikan di lingkungan mereka sendiri.


Masyarakat berharap keberadaan SMPN tersebut nantinya dapat membuat proses penerimaan murid baru menjadi lebih mudah dan memberikan kesempatan yang lebih adil bagi calon peserta didik di sekitar wilayah Serua.


Selain persoalan jarak, pembangunan sekolah baru juga diharapkan dapat membantu mengurangi tekanan terhadap sekolah-sekolah negeri yang selama ini menjadi tujuan utama masyarakat ketika SPMB berlangsung.


Kekurangan Ruang Belajar Perlu Segera Diatasi


Keterbatasan daya tampung sekolah negeri setiap memasuki tahun ajaran baru berpotensi menimbulkan berbagai persoalan. Jumlah calon peserta didik yang tidak sebanding dengan kapasitas sekolah membuat persaingan mendapatkan bangku sekolah semakin ketat.


Kondisi tersebut juga harus diantisipasi agar tidak membuka celah bagi praktik-praktik tidak sehat, termasuk dugaan transaksi jual beli bangku sekolah yang tentunya merugikan masyarakat.


Karena itu, penambahan sekolah dan ruang belajar menjadi salah satu solusi penting untuk mengatasi persoalan daya tampung secara berkelanjutan.


Penolakan Pembangunan SMPN di Serua Dipertanyakan


Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap sekolah negeri yang lebih dekat, muncul persoalan berupa penolakan terhadap rencana pembangunan SMPN di Serua Ciputat.


Kondisi ini patut menjadi perhatian publik karena di satu sisi pemerintah tengah berupaya mencari solusi atas keterbatasan daya tampung sekolah, sementara di sisi lain terdapat pihak yang menolak pembangunan sekolah yang justru diharapkan masyarakat.


Pertanyaannya, apa alasan penolakan tersebut? Siapa pihak yang menolak pembangunan SMPN di Serua? Dan apa dasar atau kepentingan di balik penolakan tersebut?


Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting untuk dijawab secara terbuka agar masyarakat tidak mendapatkan informasi yang simpang siur.


Jika memang terdapat persoalan terkait lahan, perencanaan, lingkungan, administrasi, atau aspek lainnya, pemerintah dan pihak-pihak yang berkepentingan seharusnya dapat menjelaskannya kepada publik secara transparan.


Sebaliknya, apabila pembangunan tersebut telah melalui proses perencanaan dan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat, maka setiap hambatan perlu dicarikan solusi melalui dialog dan mekanisme yang sesuai.


Masyarakat Berhak Mendapat Kejelasan


Pembangunan SMPN di Serua bukan semata-mata persoalan pembangunan sebuah gedung. Lebih jauh, keberadaan sekolah tersebut menyangkut akses pendidikan anak-anak dan kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.


Masyarakat Serua tentu berharap pemerintah dapat memberikan kepastian mengenai rencana pembangunan tersebut, termasuk menjelaskan tahapan perencanaan, lokasi, target pembangunan, serta berbagai persoalan yang menyebabkan munculnya penolakan.


Jangan sampai persoalan yang belum terselesaikan justru membuat kebutuhan masyarakat terhadap sekolah negeri terdekat semakin lama terabaikan.


Pemkot Tangsel dituntut mampu menghadirkan solusi nyata agar setiap anak memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak, mudah dijangkau, dan sesuai dengan kemampuan daya tampung sekolah negeri.


Lantas, siapa sebenarnya pihak yang menolak pembangunan SMPN di Serua Ciputat? Apa alasan penolakannya? Dan apakah penolakan tersebut sejalan dengan kepentingan masyarakat yang membutuhkan sekolah negeri terdekat?


Pertanyaan tersebut kini menunggu penjelasan terbuka dari pihak-pihak terkait.

Sumber : Lin