Marak Akun WhatsApp Terblokir, Komdigi Minta Meta Berikan Klarifikasi

Marak Akun WhatsApp Terblokir, Komdigi Minta Meta Berikan Klarifikasi
Komdigi Minta Meta Beri Klarifikasi soal Maraknya Akun WhatsApp Terblokir, DOC Ilustrasi AI

Likaliku — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meminta Meta segera memberikan klarifikasi terkait maraknya laporan pengguna WhatsApp di Indonesia yang mengalami pemblokiran akun secara tiba-tiba.


Keluhan mengenai akun WhatsApp yang terblokir dalam beberapa waktu terakhir ramai disampaikan pengguna. Sebagian mengaku tidak dapat menggunakan WhatsApp untuk berkomunikasi, bahkan ada akun yang disebut tetap tidak bisa digunakan setelah mengalami pemblokiran selama hampir satu bulan.


Komdigi menilai kondisi tersebut perlu mendapat penjelasan dari pihak Meta, selaku perusahaan yang menaungi WhatsApp. Pemerintah meminta agar Meta menjelaskan penyebab pemblokiran serta mekanisme yang digunakan dalam mendeteksi dan menindak akun pengguna.


Akun WhatsApp Diretas dan Disalahgunakan untuk Promosi Judi Online


Selain akun yang mengalami pemblokiran, ditemukan pula kasus yang lebih serius. Sejumlah akun WhatsApp diduga diretas atau diambil alih, kemudian disalahgunakan untuk menyebarkan promosi judi online kepada kontak-kontak yang tidak dikenal.


Kondisi ini tentu menimbulkan keresahan bagi pengguna karena akun yang seharusnya digunakan untuk komunikasi pribadi justru dapat dimanfaatkan pihak lain untuk aktivitas yang melanggar aturan.


Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, menjelaskan bahwa Meta memiliki kewajiban untuk memberikan jawaban atas persoalan tersebut.


Menurutnya, setidaknya terdapat tiga hal yang perlu dijelaskan secara tertulis oleh Meta, terutama berkaitan dengan alasan pemblokiran akun, mekanisme penanganan akun yang dinilai bermasalah, serta langkah pemulihan bagi pengguna yang merasa akunnya diblokir secara keliru.


WhatsApp Akui Pemblokiran Bisa Keliru


Sebelumnya, juru bicara WhatsApp Indonesia sempat menyampaikan kepada KumparanTekno pada awal Agustus 2026 bahwa pemblokiran akun terkadang dapat terjadi karena kekeliruan.


Pihak WhatsApp menyatakan akan berupaya melakukan perbaikan secepat mungkin agar pengguna yang terdampak dapat kembali menggunakan layanan untuk berkirim pesan.


Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena pemblokiran akun WhatsApp dapat berdampak langsung terhadap aktivitas komunikasi masyarakat, termasuk komunikasi pribadi maupun pekerjaan.


Bagi pengguna yang mengalami pemblokiran tanpa alasan yang jelas, persoalan tersebut tentu menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi sistem moderasi dan mekanisme pengajuan keberatan yang disediakan WhatsApp.


Pemerintah Turun Tangan


Komdigi kini meminta Meta memberikan penjelasan secara resmi mengenai maraknya laporan akun WhatsApp yang diblokir. Pemerintah juga menyoroti kemungkinan penyalahgunaan akun yang diretas untuk menyebarkan konten judi online.


Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian kepada masyarakat sekaligus mendorong platform digital untuk meningkatkan keamanan serta transparansi dalam menangani akun pengguna.


Dengan semakin tingginya ketergantungan masyarakat terhadap WhatsApp sebagai sarana komunikasi, kejelasan mengenai alasan pemblokiran dan mekanisme pemulihan akun menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.

Sumber : Lin