![]() |
| Doc Istimewa Likaliku, Halaman Depan Pasar Anyar Kota Tangerang |
Likaliku - Hingga memakan bahu jalan, Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar pasar anyar Kota Tangerang sakan tidak terlihat dan tak tersentuh oleh pemerintah setempat.
Adanya hal tersebut terkesan adanya pembiaran, lantaran lokasi keberadaan PKL tersebut tak jauh dari Kantor Kecamatan Tangerang dan Kantor Satpol PP Kota Tangerang, seolah kegiatannya terus berjalan dengan normal baik disiang maupun malam hari.
Ayub, salah satu pemerhati Pasar saat ditemui dirinya menilai langkah yang dilakukan oleh aparatur pemerintah selama ini hanya buang-buang karena tindakan langkah tegas tidak dilakukan.
"Pihak kecamatan dan Satpol PP jangan hanya buang energi seolah hanya formalitas dalam melakukan penertiban. Karena sebenarnya dari para pedagang yang diluar mau jika diarahkan semua untuk berjualan di dalam pasar, " Ujar Ayub saat ditemui Jum'at (3/4/2026) sore.
Lebih jauh ia mengutarakan bahwa saat ini akibat pedagang banyak memilih jualan di luar berdampak kepada para pedagang yang ada di dalam pasar anyar sehingga bahkan memilih ikutan berjualan di luar di badan jalan mengikuti pedagang lainnya.
"Sebenarnya menyikapi ini mudah asal ada langkah tegas dari pemerintah yang punya kebijakan, karena pedagang yang di luar juga mau untuk berjualan di dalam pasar dan tidak menentang keinginan pemerintah kota Tangerang," Paparnya.
Lebih lanjut, Bahkan mereka senang dan mau jika semua kumpul bareng-bareng berjualan di dalam pasar yang sudah disediakan. Namunkembali lagi tergantung ketegasan pemerintah dalam menyikapi persoalan PKL di badan jalan tersebut.
![]() |
| Doc. Istimewa Likaliku, Suasana PKL Pasar Anyar Kota Tangerang saat sore hari |
Tidak hanya itu, selama ini setiap dilakukan operasi penertiban pedagang pada tutup lapak dagangannya. Namun setelah petugas pergi dagangannya digelar kembali.
"Kalau pas ada operasi ya lapak pada tutup, namun setelah petugas pergi ya kembali buka. Jadi seakan hanya disisir sekilas info habis itu ya ditinggal, " Bebernya.
Bahkan Ayub juga pernah menyarankan kepada pihak kecamatan dan PD pasar agar membuat posko pemantauan namun tak juga berjalan.
Diketahui, akibat sepinya pembeli di dalam pasar yang telah disiapkan pemerintah, para pedagang yang ada di dalam lebih memilih ikutan berjualan di luar mengikuti pedagang lainnya.
Sumber : Tim/Ln


0 Komentar