![]() |
| Deni-Daffa Atlet Muaythai Bengkulu Raih Beasiswa UFC PI |
Likaliku — Dua atlet muda asal Indonesia mencatat sejarah baru di dunia seni bela diri campuran setelah resmi memperoleh beasiswa dari Ultimate Fighting Championship melalui program UFC Performance Institute di Shanghai, Cina. Mereka adalah Deni Arif Fadilah dan adiknya, Deni Daffa Arrafi, yang juga tercatat sebagai pengurus Persatuan Muaythai Bengkulu.
Keberhasilan keduanya menjadi tonggak penting, mengingat mereka merupakan atlet Indonesia pertama yang diterima dalam program pembinaan elite tersebut—sebuah jalur akselerasi menuju panggung profesional MMA dunia.
Lolos Seleksi Ketat Internasional
Dalam wawancara, Deni mengungkapkan bahwa proses seleksi berlangsung ketat dan mempertemukan para petarung dari berbagai negara. Dari delapan atlet Indonesia yang mengikuti seleksi, hanya dua yang berhasil lolos—keduanya adalah Deni dan Daffa.
“Kami bertanding melawan fighter-fighter luar negeri, termasuk dari Cina. Dari delapan atlet Indonesia, hanya dua yang menang, dan kami yang terpilih mendapatkan beasiswa,” ucap Deni kepada Awak Media di Hotel Bidakara Jumat, (10/4/2026).
Keberhasilan tersebut bukan hanya soal kemenangan di arena, tetapi juga penilaian menyeluruh terhadap potensi, disiplin, dan kesiapan mental sebagai calon atlet profesional.
Fokus Persiapan Fisik
Menjelang keberangkatan ke Shanghai, keduanya memusatkan latihan pada peningkatan kondisi fisik. Mereka menyadari bahwa standar latihan di UFC Performance Institute dikenal sangat tinggi, dengan pendekatan sport science yang ketat.
“Kami fokus di fisik, karena latihan di sana pasti berat. Kami ingin siap menyerap semua ilmu yang diberikan,” kata Deni.
Program di UFC PI sendiri mencakup pelatihan teknik, penguatan fisik, nutrisi, hingga pemulihan cedera, yang dirancang untuk membentuk atlet menuju level kompetisi tertinggi.
Membawa Nama Indonesia
Lebih dari sekadar pencapaian pribadi, Deni dan Daffa memandang kesempatan ini sebagai amanah untuk membawa nama Indonesia di kancah global. Mereka menyadari posisi sebagai “wajah pertama” Indonesia di akademi tersebut membawa tanggung jawab besar.
“Kami sangat bangga dan bersyukur. Ini bukan hanya untuk kami, tapi juga untuk daerah kami dan Indonesia. Apa yang kami dapat di sana akan kami bawa pulang,” ujar Deni.
Daffa menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari sistem pembinaan profesional milik UFC, yang secara langsung mempersiapkan atlet untuk masuk ke kompetisi utama.
“Ini akademi resmi UFC. Kami dilatih dan dibentuk langsung oleh mereka untuk menjadi fighter profesional,” kata Daffa.
Jalur Profesional Menuju UFC
Berbeda dengan pembinaan amatir, program di UFC PI sepenuhnya berorientasi pada jalur profesional. Para peserta tidak hanya dilatih, tetapi juga dipantau untuk potensi kontrak di masa depan.
Menurut Deni, tujuan utama mereka jelas: menembus panggung utama Ultimate Fighting Championship.
“Target kami bisa masuk UFC. Ini langkah awal menuju ke sana,” ujarnya.
Inspirasi bagi Atlet Muda
Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda Indonesia lainnya. Deni menekankan pentingnya kerja keras dan konsistensi dalam latihan sebagai kunci utama mencapai level internasional.
“Latihan, jangan banyak mengeluh. Kerja keras itu yang utama,” katanya.
Harapan untuk Masa Depan
Dengan sistem pelatihan modern dan eksposur internasional yang akan mereka dapatkan, Deni dan Daffa diharapkan mampu membawa dampak positif bagi perkembangan MMA di Indonesia. Transfer ilmu yang mereka peroleh nantinya diyakini dapat memperkuat ekosistem pembinaan di dalam negeri.
Keberangkatan dua atlet ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Indonesia mulai diperhitungkan dalam peta persaingan MMA dunia—sebuah langkah awal menuju panggung global yang lebih luas.
Sumber : Wly

0 Komentar