![]() |
| Taruna Akpol 58, 59, 60 Saat Edukasi Kepada Masyarakat. |
Likaliku — Sejumlah taruna Akademi Kepolisian (Akpol) menggelar kegiatan penyuluhan keselamatan mudik, sosialisasi layanan call center 110, hingga bakti sosial di kawasan Daan Mogot, Selasa, 17 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam meningkatkan kesadaran masyarakat menjelang arus mudik Lebaran sekaligus mempererat hubungan dengan komunitas pengemudi ojek online (ojol).
Kegiatan tersebut melibatkan taruna dari berbagai angkatan, hadir beberapa Taruna Akpol 58, 59, dan 60 antara lain Brigadir Kepala Taruna Devan Efrain Hutabarat, Brigadir Kepala Taruna Tribrata Putra Sambo, Brigadir Kepala Taruna Andika Rizky Nugroho, Brigadir Kepala Taruna Daniel Damanik, Brigadir Kepala Taruna Haekal Husein, dan Brigadir Kepala Taruna Reinhart Josua.
Dan Beberapa junior dari Brigadir Taruna Muhamad Rashya, Brigadir Taruna Satrio Akbar Nugroho, Brigadir Taruna Aloysius Rakha Rajendra, Brigadir Taruna Farrel Rayhan Asael, Brigadir Taruna Hazel Akhmad Raksanegara, Brigadir Taruna Hazel Almantasya, Brigadir Taruna Almer Fatih, Brigadir Taruna Bizaropharsa Azayaka Nabil, Ajun Brigadir Taruna Fasya Fernanda Islamy, dan Ajun Brigadir Taruna Elfiantara Baskara.
Mereka turun langsung ke lapangan menyasar pengguna jalan, masyarakat sekitar, serta para pengemudi ojol yang beraktivitas di jalur arteri yang dikenal padat tersebut.
Dalam pelaksanaannya, para taruna tidak hanya membagikan takjil, tetapi juga menyampaikan edukasi mengenai pentingnya keselamatan berkendara saat mudik. Materi yang disampaikan meliputi kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, kesiapan fisik dan kendaraan, serta kewaspadaan terhadap potensi risiko di jalan raya.
Brigadir Kepala Taruna Devan Efrain Hutabarat bersama rekan-rekannya menegaskan bahwa penyuluhan ini merupakan bagian dari kontribusi generasi muda Polri dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas.
“Keselamatan saat mudik bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga masyarakat. Kami ingin mengingatkan pentingnya disiplin dan kesiapan sebelum melakukan perjalanan jauh,” ujar salah satu taruna di sela kegiatan.
Selain edukasi mudik, para taruna juga aktif mensosialisasikan layanan call center 110 milik Polri. Layanan ini dapat diakses masyarakat selama 24 jam untuk melaporkan kejadian darurat, gangguan keamanan, maupun permintaan bantuan kepolisian.
Menurut para taruna, masih banyak masyarakat yang belum memahami fungsi dan kemudahan akses layanan tersebut. Karena itu, sosialisasi dilakukan secara langsung agar informasi dapat diterima secara efektif.
“Melalui layanan 110, masyarakat bisa dengan cepat mendapatkan bantuan kepolisian. Ini penting diketahui, terutama saat situasi darurat di perjalanan,” kata salah satu peserta kegiatan.
Menjelang waktu berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian paket takjil kepada para pengguna jalan. Aksi ini disambut antusias oleh para pengemudi ojol yang tengah beraktivitas di sekitar lokasi.
Salah seorang pengemudi ojol mengaku terbantu dan merasa diperhatikan dengan kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi pendekatan humanis yang dilakukan para taruna.
“Kami senang, tidak hanya dapat takjil, tapi juga diberi pengetahuan soal mudik aman. Ini sangat bermanfaat,” ujarnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama antara para taruna dan pengemudi ojol. Suasana kebersamaan terlihat hangat, mencerminkan hubungan yang semakin erat antara aparat kepolisian dan masyarakat.
Secara keseluruhan, kegiatan ini menjadi wujud nyata pendekatan preventif dan humanis Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya menjelang periode mudik Lebaran yang identik dengan peningkatan mobilitas.
Melalui penyuluhan dan bakti sosial ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan berkendara, serta mampu memanfaatkan layanan kepolisian secara optimal. Di sisi lain, kegiatan ini juga memperkuat citra Polri sebagai institusi yang hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam pelayanan dan kepedulian sosial.
Upaya semacam ini dinilai penting dalam menciptakan situasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas yang aman, tertib, dan kondusif, terutama di wilayah perkotaan dengan tingkat mobilitas tinggi seperti Jakarta.
Sumber : Wl

0 Komentar