Disoal Mawar di Iming-iming Nikah, Begini Modus Oknum BGN Banten !!!

Disoal Mawar di Iming-iming Nikah, Begini Modus Oknum BGN Banten !!!


Likaliku — Seorang perempuan berinisial M mengungkap dugaan kasus persoalan rumah tangga yang menyeret nama seorang pria yang disebut-sebut sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan BGN Banten.

Pengakuan tersebut disampaikan M secara langsung kepada awak media dengan membeberkan kronologi hubungan, komunikasi, serta janji tanggung jawab yang disebut tidak terpenuhi.

Dalam keterangannya, M menyebut bahwa sejak awal dirinya kerap membela terlapor dalam berbagai urusan pekerjaan, termasuk isu yang berkaitan dengan MBG di wilayah Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang.

Bahkan, setiap kali mendatangi kantor kepolisian, baik Polres maupun Polsek, terlapor selalu memperkenalkan diri sebagai suami M.

“Sampai di Polres, Polsek mana pun, dia selalu memperkenalkan diri sebagai suami saya. Jadi orang-orang tahunya memang suami saya,” ungkap M.

Namun, M mengaku mulai mempertanyakan status dan peran terlapor setelah sejumlah pihak tidak dapat memastikan keterkaitannya dengan yayasan MBG.

Menurutnya, terlapor disebut hanya sebagai bagian struktural dari pusat dan berstatus Komando Cadangan (Komcad) AU, bukan pengurus yayasan sebagaimana yang selama ini dipahami.

Korban juga mengungkap adanya tekanan emosional yang dialaminya, termasuk saat terlapor meminta perceraian, meski hubungan yang dijalani disebut masih sah secara hukum.

Dalam kondisi tersebut, M mengaku telah berupaya bertahan demi masa depan keluarga.

Tak hanya itu, M juga menyebut adanya bukti percakapan digital yang menunjukkan bahwa terlapor menjalani hubungan lain.

Dalam salah satu pernyataan yang disampaikan terlapor kepada pihak lain, disebutkan bahwa dirinya tidak pernah menjanjikan pernikahan dan mengklaim hubungan dijalani “sesuai alur”.

“Dia bilang tidak pernah menjanjikan menikahi saya. Padahal kenyataannya, dia sudah bertemu keluarga besar dan bicara langsung dengan ibu saya,” jelas M.

M menambahkan, keterlibatan emosional juga dirasakan oleh anaknya yang sempat mempertanyakan keseriusan terlapor.

Dalam pertemuan di kawasan BSD, anak M bahkan mendengar langsung janji tanggung jawab yang disampaikan terlapor.

“Anak saya bilang, ‘Om serius sama mama?’ dan dia jawab siap bertanggung jawab, jangan samakan dia dengan laki-laki lain yang pernah hidup sama mama,” tutur M.

Menurut M, secara materi dan usaha, terlapor memang tidak menghilang dan masih menunjukkan tanggung jawab.

Namun, janji komitmen jangka panjang yang disampaikan kepada keluarga, khususnya anak, hingga kini dinilai tidak pernah terealisasi.

Kasus ini pun menjadi sorotan publik karena diduga melibatkan aparatur berstatus PPPK. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terlapor maupun instansi terkait.

Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi untuk menjaga prinsip keberimbangan dan asas praduga tak bersalah.

Sumber : Tim

0 Komentar