Jadi Inovasi "SABARIUNG", Solusi Strategis Kesehatan Masyarakat Kota Tangerang

 

Jadi Inovasi "SABARIUNG", Solusi Strategis Kesehatan Masyarakat Kota Tangerang


Likaliku.com – Dinas Kesehatan Kota Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan melalui program inovatif bertajuk "SABARIUNG" (Sarana Bersama untuk Pemeriksaan Kesehatan, Urun Rembug dan Kunjungan Rumah).

Program yang mengedepankan semangat silaturahmi dan kolaborasi ini kini menjadi solusi utama dalam menjawab berbagai tantangan kesehatan di tingkat wilayah, mulai dari deteksi dini penyakit hingga edukasi kesehatan secara langsung dan penyelesaian masalah kesehatan melalui kegiatan urun rembug.

Dalam rapat evaluasi kinerja pegawai baru-baru ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dr.dr. Dini Anggraeni,M.M  menekankan bahwa SABARIUNG bukan sekadar program rutin, melainkan sebuah transformasi layanan yang mengharuskan petugas kesehatan untuk "turun gunung" menemui warga di setiap lingkungan RT/RW.

Solusi di Tengah Masyarakat Program SABARIUNG hadir sebagai jawaban atas kendala aksesibilitas yang terkadang dialami oleh masyarakat. Dengan konsep "Saba" (mengunjungi) dan "Riung" (berkumpul), petugas puskesmas secara aktif menyambangi simpul-simpul massa untuk memberikan layanan kesehatan terpadu di luar gedung fasilitas kesehatan.

"SABARIUNG adalah solusi nyata kita untuk memastikan tidak ada warga yang terlewat dalam mendapatkan hak kesehatannya. Melalui wadah ini, kita bisa melakukan skrining kesehatan, konsultasi gizi, hingga edukasi pencegahan penyakit menular secara lebih personal dan menyentuh," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang.

Fokus Utama Inovasi SABARIUNG:
Deteksi Dini dan Skrining, Memudahkan warga melakukan cek kesehatan gratis (seperti tekanan darah, gula darah, dan kolesterol) tanpa harus mengantri panjang di rumah sakit atau puskesmas bagi pasien yang terkendala aksesibilitas.

Selain itu, dengan inovasi SABARIUNG masalah kesehatan di masyarakat yang disampaikan pada kegiatan urun rembug dapat diatasi dengan cepat dan tepat.

Percepatan Penurunan Stunting,  Menjadi sarana bagi kader dan petugas kesehatan untuk memantau tumbuh kembang anak serta memberikan edukasi gizi langsung kepada orang tua di tingkat wilayah. Selain itu, melalui kunjungan rumah oleh kader dan petugas kesehatan dapat memantau kesehatan masyarakat yang tidak datang ke posyandu yang hasilnya disampaikan dalam urun rembug.

Respons Cepat Masalah Kesehatan, Melalui pertemuan tatap muka di lingkungan warga, petugas dapat segera mengidentifikasi potensi wabah atau masalah kesehatan lingkungan secara lebih cepat.

Edukasi Berbasis Komunitas,  Membangun kesadaran hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui dialog interaktif yang lebih akrab dengan tokoh masyarakat dan kader setempat.

Transformasi Pelayanan Publik Humas Dinas Kesehatan menjelaskan bahwa efektivitas program SABARIUNG sangat bergantung pada sinergi antara petugas medis, kader posyandu, dan dukungan Masyarakat termasuk lintas sektor. Sejak dioptimalkan pasca peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61, program ini telah menunjukkan tren positif dalam meningkatkan angka partisipasi warga dalam pemeriksaan kesehatan mandiri.

"Kami ingin mengubah paradigma masyarakat. Kesehatan bukan lagi soal datang ke rumah sakit saat sakit, tapi bagaimana kita menjaga kesehatan bersama-sama di lingkungan tempat tinggal kita sendiri. SABARIUNG adalah jembatannya," tambah perwakilan Humas Dinas Kesehatan.

Dengan adanya evaluasi berkala yang dipimpin langsung oleh Ibu Kepala Dinas Kesehatan, diharapkan program SABARIUNG dapat terus berkembang dan diintegrasikan dengan teknologi digital untuk pemantauan data kesehatan yang lebih akurat dan berkelanjutan.

Dinas Kesehatan Kota Tangerang memiliki visi untuk menciptakan masyarakat Kota Tangerang yang sehat dan mandiri melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas, responsif, dan inovatif.


Sumber : Lin

0 Komentar