Marak TPS di Pinang Terbakar, Dinkes Kota Tangerang Beri Edukasi Bahaya Asap Bagi Kesehatan Warga
Asap Kebakaran Sampah Mengandung Zat Berbahaya, Dinkes Imbau Warga Gunakan Masker dan Waspada ISPA. Foto dr Dini Anggraeni MM, Kadinkes Kota Tangerang.

Likaliku - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang memberikan edukasi kepada masyarakat terkait dampak kesehatan dan bahaya akibat paparan asap kebakaran.


Ramai soal Kebakaran TPS Liar yang terjadi di Pinang, Kota Tangerang dalam beberapa hari terakhir menimbulkan kepulan asap tebal yang menyebar ke permukiman warga. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.


Dihimpun dari berbagai sumber, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni, MM, mengimbau, masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan. Asap pembakaran dapat mengandung berbagai zat pencemar yang apabila terhirup dapat masuk ke saluran pernapasan dan mengganggu kesehatan.


”Salah satu polutan yang perlu diwaspadai adalah particulate matter (PM2.5), yakni partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk lebih jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan polusi udara dalam jumlah maupun durasi tertentu dapat meningkatkan risiko munculnya gangguan kesehatan,” papar dr. Dini, MM.


Dampak Kesehatan yang Harus Diwaspadai


Diketahui, berikut beberapa dampak kesehatan yang dapat timbul akibat paparan asap kebakaran TPS :


1.  Gangguan Pernapasan Akut: Batuk, sesak napas, nyeri tenggorokan, dan memperburuk asma.

2.  Iritasi: Mata perih dan berair, hidung gatal, dan kulit iritasi.

3.  Risiko ISPA: Infeksi Saluran Pernapasan Akut terutama pada anak-anak dan lansia.

4.  Jangka Panjang: Penurunan fungsi paru-paru dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular jika terpapar terus-menerus.

Marak TPS di Pinang Terbakar, Dinkes Kota Tangerang Beri Edukasi Bahaya Asap Bagi Kesehatan Warga
Lokasi Kebakaran TPS Liar ke 2 di wilayah Pinang, Kota Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu.

Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap pembakaran sampah sebagai aktivitas yang sepele. Menurutnya, asap yang dihasilkan dapat menyebar ke lingkungan sekitar dan ikut terhirup oleh orang lain.


"Masyarakat kami imbau untuk tidak membakar sampah secara terbuka. Asapnya dapat mengganggu kualitas udara dan berisiko terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok yang rentan terhadap paparan polusi udara," ujar Dini.


Kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih antara lain anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan atau sensitivitas pada saluran pernapasan. Karena itu, menjaga kualitas udara di lingkungan tempat tinggal menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan bersama.


Langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat terdampak


- Gunakan Masker: Warga terdampak diimbau selalu menggunakan masker N95 atau masker medis saat beraktivitas di luar rumah.

- Tutup Pintu dan Jendela: Untuk mengurangi asap masuk ke dalam rumah.

- Kurangi Aktivitas di Luar: Terutama bagi anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita asma.

- Perbanyak Minum Air Putih: Untuk membantu mengurangi iritasi tenggorokan.

- Segera ke Faskes: Jika mengalami sesak napas berat, batuk tidak berhenti, dan mata iritasi parah, segera datang ke Puskesmas terdekat.


Dinkes juga mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas yang dapat memperburuk kualitas udara. Jika menemukan lingkungan dengan asap atau pembakaran sampah, warga dapat menghindari sumber asap dan memastikan sirkulasi udara di dalam rumah tetap baik.


”Masyarakat dianjurkan mengelola sampah dengan cara yang lebih aman, seperti melakukan pemilahan dari rumah dan memanfaatkan layanan pengelolaan sampah yang tersedia. Sampah yang masih memiliki nilai guna juga dapat dipilah untuk didaur ulang atau disalurkan melalui bank sampah,” tutupnya.


Penulis : Sans