Bubarkan Satpol PP !! Yakin ?
Ditulis Oleh Likaliku, 21/04/2010

Satpol PP

Sumber Kompas Online

" Bentrokan dengan warga saat penertiban bangunan liar di sekitar kompleks makam Mbah Priuk, pekan lalu, ternyata masih menyisakan sejumput trauma bagi para petugas Satuan Polisi Pamong Praja. Dalam peristiwa itu, tiga anggota Satpol PP tewas mengenaskan dan menjadi "bulan-bulanan" warga.

Kepala Satpol PP Jakarta Selatan Jurnalis mengatakan, ada anggota yang mengalami trauma. "Di Jakarta Barat, ada rekan anggota yang mengalami trauma. Kalau melihat kerumunan orang, ia teriak-teriak dan syok," kata Jurnalis di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Rabu (21/4/2010).

Upaya pemulihan yang tengah dilakukan adalah memanggil psikolog untuk mengembalikan mental sang anggota. "Yang mengalami trauma ada dari satuan di Jakarta Barat. Lainnya juga ada yang mengalami trauma, macam-macam traumanya," ujarnya.

Anggota Satpol PP Jakarta Selatan sendiri tak ada yang mengalami tekanan mental yang berujung trauma. Hanya saja, dua dari tujuh anggota yang mengalami luka-luka masih memerlukan perawatan di rumah sakit. Oleh karena itu, demi kelancaran tugas penertiban, Jurnalis menekankan kepada para anggotanya untuk mengedepankan upaya dialog. Untuk sementara waktu, berbagai operasi penertiban juga masih ditunda hingga situasi dinilai kondusif.

Salah satu anggota Satpol PP, S Arief, mengaku, ada kekhawatiran tinggi terhadap tugas yang dilakukan pascainsiden Tanjung Priok. "Kalau berada di sana, situasinya sangat mencekam. Kami tidak bisa mundur, jadi mau tidak mau ya berhadapan dengan warga. Sekarang adalah kekhawatiran. Bagaimanapun juga, kami hanya boleh bertindak terbatas, sementara warga tanpa batas," kata Arief.

Kendati demikian, ia yakin, Satpol PP akan kembali bisa melaksanakan tugas seperti biasanya meskipun derasnya tuntutan pembubaran satuan tersebut. Sejumlah elemen masyarakat memang mengajukan tuntutan pembubaran Satpol PP yang dinilai selalu mengedepankan upaya represif daripada persuasif dalam melakukan penertiban."


Menurutku

Kejadian tanjung priok jelas sebuah bukti kegagalan sistem, tapi aku yakin satpol PP ndak salah 100% disana, cepat naek darahnya masyarakat juga salah satu faktor yang berperan terjadinya kerusuhan kemaren. Karena menurut info yang aku denger, masyarakat itu bertahan disana karena menganggap klo satpol PP mau meratakan makam si mbah, dari sisi satpol PP mereka dapat tugas tuk mengkondisikan areal makam, untuk persiapan pemugaran dan perluasan pelabuhan.

Unsur miss komunikasi nya terasa kental di kasus priok...kuat banget..bisa jadi emang ada provokatornya...n akibatnya kebrutalan level tinggi..Miris bgt meliat tayangan berita di tv dimana orang orang bersurban membawa besi mengejar satpol PP, n yang parahnya mereka membati buta menyerang salah satu petugas satpol PP yang jelas jelas udah tergeletak..astaga...
yakin tong, lu muslim beneran?

Diluar konteks kasus priok, aku masih beranggapan kalau Satpol PP itu lebih baik tetap ada, pasalnya banyak keuntungan yang diperoleh oleh Pemerintah ( Bukan Masyarakat ) kalau Satpol PP tetap ada :
1. Berkurangnya angka pengangguran, penting neh sebagai data statistik keberhasilan pemerintah.
2. Mengkondisikan dan mengawasi pelaksanaan Peraturan Pemerintah / Peraturan perda.

Nah yang menjadi masalah tu, gimana caranya merubah satpol PP yang tak lain ada Satuan Polisi Pamong Praja lebih dekat dengan masyarakat, dan jauh dari jiwa kemiliteran.
tidak maen babat sana babat sini, persuasif yang lebih sabar dan sosialiasi yang lebih bijak, bergerak berlandaskan adab ketimuran yang sopan dan santun, elegan tanpa meninggalkan sikap ketegasan.
kalau kata pak JK di metro TV," polisi aja ndak pake sepatu tentara setiap hari, masak buat satpol PP, sepatu kyk gt malah jadi seragam harian..."

Karena satpol PP bukan eksekutor, bodyguard atau pengawal pihak pihak yang berkepentingan..Fungsi utama satpol PP sendiri kalau menurut aku lebih kepada polisi moral, mirip seperti polisi syariah di Aceh. Lebih mengurusi penyakit penyakit masyarakat, macam prostitusi terselubung, PNS yang keluyuran di jam kerja n seputar masalah moral lainnya. Itu yang harus ditanamkan lagi ke dalam pemikiran masing masing aparat satpol PP, tuk memperbaiki citra mereka kedepannya...

Biarkan mereka tetap ada..karena akan ada satu waktu, dimana masyarakat juga butuh mereka.

Update : 19/05/2010, 10:41 WIB

Bookmark and Share

Komentar
mm3
21/04/2010, 17:45 WIB
"...waddooohh...
tapi tetep aja...
yang namanya aparat tetap keparat... :nohope:

taunya nyusahin rakyat...
ni buktinya ...
di tokoku beberapa satpol PP bawa surat (yang tak resmi)
keknya sih naga2nya mo pungli gitu... :nohope:

yah... sisi gelap tetap harus berdampingan dengan sisi terang...


:ngacir:..."
Likaliku
21/04/2010, 19:19 WIB
"...nah ntu dia MM3..yg salah satu mesti dibenahin...PREMANISME... diberantas...!! yang datang ke toko SATPOL PP ato orang dinas pertamanan?..."